
Program Studi Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Manado menjalani asesmen lapangan akreditasi pada 10–13 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses penilaian mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi kesehatan, khususnya untuk memastikan pelaksanaan pendidikan di program studi berjalan sesuai standar yang ditetapkan.
Asesmen lapangan tersebut dibuka secara daring oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Manado, Dr. Hanung Prasetya, SKP., M.Si. Dalam sambutannya, Hanung menyampaikan bahwa akreditasi merupakan instrumen penting dalam menjaga mutu pendidikan. Menurut dia, proses ini tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan dokumen, tetapi juga menjadi sarana evaluasi terhadap pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.
“Akreditasi bukan hanya proses penilaian, tetapi juga momentum evaluasi dan perbaikan berkelanjutan bagi program studi,” kata Hanung dalam sambutannya.
Hanung mengatakan asesmen lapangan menjadi kesempatan bagi Program Studi Kesehatan Gigi untuk menunjukkan capaian yang telah dilakukan. Ia juga menekankan pentingnya kesiapan seluruh unsur dalam mendukung peningkatan mutu, mulai dari pimpinan, pengelola program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga mitra pengguna lulusan.
Dalam kegiatan tersebut, dua asesor hadir untuk melakukan penilaian, yakni drg. Ratih Larasati, M.Kes. dan Dr. Rikawarastuti, SKM., M.Kes. Keduanya menilai berbagai aspek penyelenggaraan Program Studi Kesehatan Gigi, antara lain tata pamong, tata kelola, kerja sama, kemahasiswaan, sumber daya manusia, keuangan, sarana dan prasarana, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta luaran dan capaian tridharma.
Selama asesmen berlangsung, tim asesor melakukan telaah dokumen dan konfirmasi terhadap data yang telah disiapkan program studi. Proses tersebut dilakukan untuk melihat kesesuaian antara dokumen yang diajukan dengan pelaksanaan di lapangan. Tim asesor juga menggelar wawancara dengan sejumlah pihak, termasuk pimpinan institusi, pengelola program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta pengguna lulusan.
Selain melakukan klarifikasi dokumen dan wawancara, asesor juga meninjau fasilitas pembelajaran yang dimiliki Program Studi Kesehatan Gigi. Peninjauan dilakukan terhadap ruang kuliah, laboratorium, ruang praktik, serta sarana pendukung lainnya yang digunakan dalam proses pembelajaran mahasiswa.
Pihak Poltekkes Kemenkes Manado menyatakan asesmen lapangan ini menjadi bagian penting dalam siklus penjaminan mutu pendidikan. Melalui kegiatan tersebut, program studi memperoleh ruang untuk memperlihatkan pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang telah berjalan. Di sisi lain, asesmen juga menjadi sarana untuk mendapatkan masukan dari asesor guna memperkuat pengelolaan program studi ke depan.
Program Studi Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Manado diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas layanan akademik dan nonakademik. Peningkatan tersebut mencakup penguatan kurikulum, pengembangan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan, pemanfaatan sarana pembelajaran, serta peningkatan relevansi lulusan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Pelaksanaan asesmen lapangan ini melibatkan berbagai unsur sivitas akademika. Pimpinan institusi, pengelola jurusan dan program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta mitra pengguna lulusan turut mengambil bagian dalam rangkaian kegiatan. Keterlibatan seluruh unsur tersebut menjadi bagian dari upaya institusi menunjukkan komitmen terhadap mutu pendidikan.
Poltekkes Kemenkes Manado berharap proses asesmen lapangan ini dapat memberikan hasil terbaik bagi Program Studi Kesehatan Gigi. Lebih dari itu, hasil akreditasi diharapkan menjadi dasar untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan daya saing program studi, dan menghasilkan lulusan tenaga kesehatan gigi yang kompeten, profesional, serta mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.